Palawija adalah Tanaman untuk Rotasi Pertanian, Ketahui Jenis dan Manfaatnya



2020-10-07 11:32:47 , Admin Distan

Merdeka.com - Bercocok tanam masih menjadi salah satu sumber perekonomian yang didapatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, petani-petani Indonesia terus berupaya untuk memproduksi sumber pangan dengan kualitas baik dan jumlah yang mencukupi kebutuhan. Dengan begitu, para petani harus melihat peluang dan memanfaatkan berbagai metode demi produktivitas pangan nasional. Salah satu cara yang dilakukan petani Indonesia adalah dengan menanam tanaman palawija. Palawija adalah suatu upaya untuk melakukan meningkatkan produksi pangan dengan menciptakan diversifikasi atau keragaman. Biasanya tanaman palawija digunakan sebagai tanaman selingan setelah petani selesai memproduksi satu jenis sumber makanan. Cara ini pun dinilai berguna untuk menjaga kesuburan tanah dengan menstabilkan tingkat pH atau keasaman tanah. Hal ini tentu dilakukan agar tanah dapat menghasilkan produk pangan yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik. Lebih dari itu, menanam tanaman palawija dapat membantu kecukupan pangan bagi masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, terdapat berbagai jenis tanaman palawija yang dapat ditanam. Mulai dari jenis kacang-kacangan, umbi, hingga rempah. Masing-masing jenis tanaman palawija ini pun termasuk bahan makanan yang sering dikonsumsi dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Lalu apa saja jenis dan contoh dari tanaman palawija. Serta manfaat apa yang bisa didapatkan dengan menanam palawija. Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum pengertian, jenis tanaman, dan manfaat menanam palawija adalah sebagai berikut.

Berbicara mengenai palawija, tentu terlebih dahulu perlu diketahui apa yang dimaksud dengan palawija. Seperti yang telah sedikit dijelaskan sebelumnya, bahwa palawija adalah salah satu upaya untuk menciptakan diversifikasi atau keragaman pangan di Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan dengan jumlah dan kualitas yang baik. Bukan hanya itu, tanaman palawija ini biasanya ditanam sebagai upaya petani untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Di samping itu, biasanya para petani mulai menanam palawija ketika komoditas utama sedang mengalami penurunan harga. Dengan begitu, produktivitas pangan di Indonesia bisa tetap terjaga dan terus berjalan dengan baik. Terlebih lagi, tanaman palawija ini dapat ditanam dengan mudah pada lahan yang tidak terpakai. Seperti lahan tidur atau lahan yang tidak digarap maupun lahan bekas hutan. Tanaman palawija ini sangat berguna untuk melakukan rotasi tanaman pada sistem pertanian yang berkelanjutan. Dengan menanam palawija, petani dapat memutus siklus hama dan penyakit yang hidup dan kerap menyebabkan kerugian petani saat musim panen.

Jenis Palawija

Setelah mengetahui pengertiannya, berikutnya perlu diketahui jenis-jenis palawija yang dapat ditanam. Jenis palawija ini adalah jenis tanaman yang berupa kacang-kacangan, umbi-umbian, dan rempah. Jenis palawija kacang-kacangan meliputi kacang tanah atau kacang kedelai. Menanam palawija jenis ini dikatakan dapat membantu proses daur nitrogen alami yang baik untuk lingkungan khususnya untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Selanjutnya palawija jenis umbi-umbian dapat berupa kentang atau singkong. Palawija jenis umbi-umbian ini mempunyai kandungan karbohidrat yang bisa menjadi pengganti bahan makanan pokok seperti beras. Jenis tanaman ini dapat digunakan untuk rotasi tanaman ketika kondisi iklim tidak memungkinkan untuk memproduksi tanaman unggulan seperti padi. Berikutnya adalah jenis tanaman palawija yang berupa rempah-rempah. Berbagai jenis tanaman rempah biasanya dijadikan tanaman pengisi lahan kosong guna meningkatkan produktivitas tanah. Cara ini juga dapat menambah hasil panen untuk membantu menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

Manfaat Menanam Palawija

Setelah mengetahui beberapa jenis tanaman palawija, berikutnya terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menanam tanaman palawija. Beberapa manfaat menanam tanaman palawija adalah sebagai berikut :

  1. Berguna untuk rotasi tanaman yang dapat ditanam sebagai tanaman kedua setelah tanaman utama panen.
  2. Sebagai rotasi tanaman ketika musim dan iklim tidak menguntungkan untuk produksi beberapa komoditas pangan.
  3. Meningkatkan produktivitas lahan dan menjaga ketahanan pangan.
  4. Memproduksi sumber makanan yang mengandung beragam gizi yang dibutuhkan tubuh.
  5. Memanfaatkan lahan kosong seperti lahan bekas tanaman sebelumnya atau lahan bekas hutan yang tidak terpakai.
  6. Dapat membantu memutus dan mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman.
  7. Membantu menstabilkan pH atau tingkat keasaman tanah guna menjaga kesuburan tanah.
  8. Membantu meningkatkan kesuburan tanah untuk menghasilkan produksi pangan dengan jumlah yang melimpah dan kualitas yang semakin baik.

Menanam Palawija Berdasarkan Musim

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tanaman palawija dapat digunakan sebagai rotasi tanaman terutama ketika musim dan iklim yang terjadi tidak menguntungkan. Di Indonesia, menanam palawija dapat dilakukan dengan menyesuaikan musim yang ada, baik musim hujan maupun musim kemarau. Pada musim hujan, jenis tanaman palawija yang cocok ditanam meliputi kacang panjang, jagung, atau kacang tunggak. Sementara itu, di musim kemarau cocok untuk menanam palawija jenis kedelai, kecipir, singkong, ubi jalar, kacang tanah, atau kacang polong. Biasanya tanah yang habis ditanami palawija akan menjadi subur dan siap digunakan untuk menanam jenis tanaman non-palawija. Mulai dari terong, tomat, cabai, tanaman rempah, bawang merah, bawang putih, serta berbagai macam sayur dan buah. Dengan begitu, menanam palawija bisa menjadi upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pangan di Indonesia.

 

Hak Cipta © 2018, DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT, All Rights Reserved