Terancam Krisis Pangan, Jabar Galang Milenial Terjun di Sektor Pertanian



2020-12-15 10:16:08 , Admin Distan

BANDUNG, iNews.id - Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggalang kaum milenial untuk terjun dalam sektor pertanian.  Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan akibat defisitnya sejumlah komoditas pangan strategis. Melalui forum West Java Food and Agriculture (WJFA) Summit 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar pun menggandeng perbankan untuk memajukan sektor pangan dan pertanian daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jabar, Herawanto mengatakan, berdasarkan hasil Kajian Neraca Pangan Jabar, provinsi dengan 50 juta penduduk tersebut mengalami defisit beberapa komoditas pangan strategis, terutama telur ayam ras, daging sapi, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir. Selain itu, Jabar juga merupakan pemasok pangan ke berbagai daerah lain, termasuk DKI Jakarta. Hal tersebut, kata Herawanto, menyebabkan pasokan pangan Jabar yang terbatas masih harus tersedot untuk daerah lain.

"Pelaku sektor pertanian pun masih didominasi pelaku usaha 45-65 tahun ke atas. Oleh karena itu, penting untuk menggalang partisipasi milenial di sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk keberlangsungan pangan di Jabar," kata Herawanto dalam keterangan resminya, Senin (14/12/2020).

 

Pihaknya berharap, forum WJFA Summit 2020 yang berlangsung di Hotel Savoy Homman Kota Bandung, Kamis (10/12/2020) lalu dapat menjadi forum berkala untuk membahas berbagai inovasi terkait ketahanan pangan Jabar.

Menurutnya, dalam WJFA Summit 2020, sebanyak 25 perusahaan digabungkan dalam forum yang mempertemukan mereka pada produk-produk berbasis agraria di Jabar.

"Diharapkan, para petani Jabar di 2021 sudah dapat menjual hasil taninya dengan harga yang layak pada pembeli dengan tepat sasaran," katanya. Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, forum WJFA Summit 2020 akan disinergikan dengan para petani milenial. Dalam program ini, Pemprov Jabar akan meminjamkan lahan-lahan milih pemerintah maupun BUMN untuk digarap oleh para milenial hingga menghasilkan.
Nanti akan kita seleksi anak-anak muda yang menguasai teknologi. Jadi, pertaniannya mengedepankan science based," ugkapnya.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, untuk mewujudkan hal tersebut, WJFA Summit dapat menjadi forum rutin yang tujuannya menyiapkan Jabar menjadi provinsi mandiri pangan. Pasalnya, tahun depan, Jabar berpotensi menghadapi krisis pangan. "Karena ada indikasi yang mengarah ke sana. Jangan sampai Jabar krisis suplai pangan pada 2021," katanya. Dia juga mengatakan, forum WJFA Summit diharapkan menarik minat masyarakat, terutama kaum milenial untuk memanfaatkan lahan-lahan nganggur di Jabar. Penjualan hasil tani pun tidak lagi dilakukan secara konvensional, sehingga ekspor dapat berjalan dengan maksimal. Di tahun depan, pihaknya akan memfokuskan program tersebut untuk membangun kesadaran milienial akan pentingnya bertani. Sehingga, stigma bertani sebagai kegiatan yang tidak menghasilkan dapat terhapus. "Kami tidak targetkan dulu kontribusi secara statistik di 2021. Tahun depan adalah tahun kesadaran bahwa kalau lulus universitas tidak usah ke Bandung atau Jakarta. Di desa bisa sejahtera sampai tiga kali lipat gaji upah minimum regional," katanya.

Sumber : https://jabar.inews.id/

Sumber Gambar : https://jabar.inews.id/



 

 

Hak Cipta © 2018, DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT, All Rights Reserved