Cerita Sukses Warga Bandung Kembangkan Urban Farming



2021-03-19 09:04:35 , Admin Distan

Bandung - Urban Farming jadi salah satu industri yang diminati di masa pandemi COVID-19. Seperti yang dilakukan salah satu warga asal Bandung. Meski baru buka selama empat bulan sudah dapat memanen sebanyak lima kali.

Adalah Doni, warga yang tinggal di RW 02 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Dia menjadi salah satu warga yang turut mengurusi sebagian lahan di sekitar tempat tinggalnya untuk dijadikan kebun hidroponik.

Di dalam green house berukuran 15x4 meter, Doni bersama warga lainnya menanam kangkung, bayam, dan pakcoy dengan konsep urban farming. Tinggal di kawasan perkotaan mengharuskan mereka untuk memanfaatkan sisa lahan yang luasnya terbatas.

Ada sekitar 526 netpot yang menggunakan pipa sebagai media tanamnya. Seluruhnya tumbuh subur sehingga tak heran berkali-kali panen sayur meski dalam keterbatasan lahan.

Doni mengatakan sejak dibuka pada Oktober 2020 lalu, mereka sudah memanen sebanyak lima kali. Hasil panen pun berkualitas karena menggunakan pupuk yang rendah kandungan kimianya.

Ketua RW 02 Muhammad Nuzul mengatakan, hasil panen akan diberikan kepada warga yang membutuhkan. Selain tanaman sayuran, warga di sana pun memanfaatkan sebagian lahan untuk peternakan ikan."Sayuran hasil hidroponik rasanya beda. Lebih enak, lebih renyah. Kami juga menggunakan pupuk yang kadar kimianya jauh lebih rendah," kata Doni saat memanen hasil perkebunannya itu, Kamis (18/3/2021).

"Ini baru selesai. Kita sedang menyiapkan, ikan apa yang cocok untuk dibudidayakan," kata Nuzul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menambahkan konsep urban farming ini layak menjadi percontohan warga lain. Selain menggunakan swadaya masyarakat, konsep ini bisa jadi bentuk ketahanan pangan.

Gin Gin mengakui, sangat jarang urban farming di Kota Bandung yang bertahan lama. Rata-rata hanya bertahan hingga sekali panen lalu ditinggalkan begitu saja.

"Banyak green house, urban farming yang mangkrak. Jalan (panen) sekali, sudah jalan, selesai. Ini sudah panen lima kali. Ini akan jadi catatan besar, wali kota sangat concern terhadap Buruan SAE atau urban farming," kata Gin Gin.

Padahal, kata dia, ketahanan pangan di Bandung penting dilakukan secara mandiri mengingat pasokan pangan kebanyakan berasal dari luar Kota. "Kemandirian rumah tangga untuk menghasilkan pangan sendiri menjadi penting. Makanya Buruan SAE dikembangkan, memanfaatkan lahan yang ada. Mudah-mudahan ke depan masing-masing warga ada kemauan untuk menanam," ujarnya. (mso/mso)

Sumber : Cerita Sukses Warga Bandung Kembangkan Urban Farming (detik.com)

 

Hak Cipta © 2018, DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT, All Rights Reserved