Tingkatkan Produksi Padi, Kabupaten Indramayu Genjot Program RJIT



2021-04-30 10:20:41 , Admin Distan

Indramayu: Kabupaten Indramayu, Jawa Barat gencar melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk meningkatkan produksi padi. Salah satunya dilakukan di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang.
 
Kegiatan ini merupakan program padat karya yang diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja, salah satunya diwujudkan dalam pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi. Serapan tenaga kerja yang banyak juga menjadi target pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 
 
Ketua Kelompok Tani Sri Mulyatani mengatakan, target panjang RJIT ini 127,62 meter. Baru terealisasi 131,4 meter. Sementara luas tambah oncoran sebelum pada musim tanam (MT) 2 hanya bisa ditanam 30 hektare (ha). Setelah dibangun, diharapkan bisa tanam 60 ha pada MT 2. 

“Produktivitas tanaman padi pada lokasi ini tujuh ton per ha. Diharapkan adanya perbaikan saluran dapat mengalami peningkatan provitas. Sedangkan IP sebelumnya hanya 1,3. Kini meningkat jadi dua,” ujar Sri, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.
 
Dampak lain yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat dilakukannya percepatan tanam dan meningkatnya partisipasi masyarakat tani, terutama dalam pemeliharaan saluran tersebut.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan RJIT dilakukan untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen.
 
“Pengelolaan air dilakukan petani untuk memastikan lahannya bisa terus berproduksi. Pengelolaan air bisa dilakukan salah satunya dengan cara merehabilitasi jaringan irigasi. Sehingga air benar-benar dipastikan mengalir ke lahan pertanian. Pengaturannya pun tepat,” ujar Syahrul.
 
Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, RJIT dilakukan untuk mendukung aktivitas pertanian.
 
“RJIT bukan hanya membenahi saluran irigasi yang bermasalah. Tetapi juga memaksimalkan fungsi saluran, agar luas areal tanam bisa bertambah. Sehingga diharapkan indeks pertanaman dan provitasnya pun meningkat,” ujar Sarwo Edhy.
 
Dikatakannya, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. 
 
"Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani," ujarnya. 
 
Kegiatan RJIT ini diarahkan pada jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan, yang terhubung dengan jaringan utama (primer dan sekunder) yang kondisinya baik dan/atau sudah direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat, atau Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota Urusan Pengairan sesuai kewenangannya.
 
"Juga untuk yang memerlukan peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan layanan irigasi. Serta untuk jaringan irigasi desa," sebut Sarwo Edhy.

 

sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/yNL4DxyN-tingkatkan-produksi-padi-kabupaten-indramayu-genjot-program-rjit

 

Hak Cipta © 2018, DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT, All Rights Reserved