Bogor Berkebun, Ketahanan Pangan Ala Kota Hujan



2021-10-13 08:47:56 , Admin Distan

"Kota Bogor memiliki cara tersendiri untuk menekan tingkat kelaparan. Salah satunya dengan urban farming melalui program Bogor Berkebun. Aktivitasnya bertujuan untuk mempromosikan salah satu identitas kota, The Green City, " ungkap Walikota Bogor, Bima Arya Sugianto. 

Bima menambahkan, pengembangan pertanian perkotaan merupakan salah satu strategi dalam upaya pemenuhan bahan pangan bagi masyarakat kota. Salah satu teknologi yang tepat dikembangkan di perkotaan adalah teknologi bercocok tanam di lahan sempit dan lahan terbuka.

Kegiatan ini juga memberdayakan masyarakat untuk ketahanan pangan, meningkatkan kemakmuran dan mempercepat pemulihan ekonomi. "Adapun komoditi unggulan di bogor berkebun antara lain buah-buahan, sayuran, hasil hewani, florikultura dan perikanan," sebutnya. 

Sejak diinisiasi tahun 2020 silam, elemen masyarakat pendukung Gerakan Bogor Berkebun sudah terdiri dari 290 kelompok tani dan pembenih, 173 kelompok pembudidaya ikan. 

Bima menyebut cara Kota Bogor ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkecil rangking Indonesia dalam hal ketahanan pangan. Dimana Indonesia berada pada rangking 65 dari 113 negara dalam Global Security Food Indeks, dan rangking ke 17 dari 107 negara di 2020 Global Hunger Indeks, dengan tingkat kelaparan yang sedang (moderate). 

"Ketahanan pangan tidak hanya distribusinya, tetapi lebih mendalam pada limbah pangan (food waste). Akses kepada pangan (keterjangkauan), ketersediaan pangan dan kualitas pangan juga berpengaruh," tuturnya. 

 
 

Hak Cipta © 2018, DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT, All Rights Reserved